Rubrik Kesehatan: Nyeri di Leher Bisa Karena Saraf Terjepit
Rubrik Kesehatan !
Nyeri
di Leher Bisa Karena Saraf Terjepit
Nyeri di bagian
leher kerap diabaikan. Ada yangmengira kondisi itu karena kelelahan saja.
Namun,ketika tubuh memberikan ’’alarm’’, sebaiknya cari tahu penyebabnya.Sebab,
bisa jadi kondisi tersebutmerupakan pertanda penyakit yang lebih parah.
Yakni, terjepitnya saraf di tulang
leher. Misalnya,yang dialami Juniarta Aruan. Perempuan berusia 51 tahun itu
merasakan sakit di leher bagian belakang. Kondisi tersebut dibiarkan.
Lama-kelamaan rasanyeri menjalar sampai bahu kiri. Kondisi itu terusmenjalar
hingga lengan bawah dan telapak tangan.’’Awalnya saya pikir pegel aja. Tapi kok
makinberat,’’ ujarnya.
Keluhan yang
dirasakan perempuan yang akrabdisapa Juni tersebut berlangsung sekitar
sebulan.Nyerinya seperti kesetrum bercampur kesemutan.Sampai-sampai ujung jari
tangan mati rasa. Gejalaitu terasa di seluruh tangan kiri. Akibatnya, Juni
sulitberaktivitas. Saat mandi, misalnya. Mengangkattangan pun terasa sakit.
Kegiatan lain sepertimengendarai mobil juga tidak bisa lagi dilakukan.’’Pas
tidur kalau miring kiri nggak bisa. Ketimpabadan rasanya sakit,’’
ucapnya.Menurut Juni, satu-satunya gerakan yang bisamengurangi rasa sakitnya
adalah menekuk tanganke depan dada. Dari hasil foto magnetic resonanceimaging
(MRI), baru diketahui bahwa ada masalah disaraf tulang lehernya. Tim dokter
menyarankanuntuk melakukan operasi pada Mei lalu. ’’Katanyaada saraf leher yang
terjepit,’’ jelas Juni.
Tim dokter
spesialis bedah saraf RS Mitra KeluargaSatelit yang dipimpin dr Eko Agus
Subagio SpBSbersama dr Erliano Sufarnap SpBS yang menanganiJuni menanyakan
lagi, apakah ada keluhan pascatindakan. Juni menjawab, rasa sakit langsung
hilangsetelah operasi. Tangannya pun bisa bergerakdengan bebas. Erliano
mengungkapkan, kasus yang dialami Junidisebut hernia nukleus pulposus (HNP)
cervical.Disebut hernia karena keluarnya bagian jaringan kejaringan yang lain,
sedangkan nukleus pulposusadalah isi bantalan tulang. Pada penderita
HNPcervical, bantalan tulang leher yang disebut diskusintervertebralis menjepit
saraf. Ada tujuh ruas tulangdi leher yang antar ruasnya tersambung
denganbantalan itu. Bagian saraf yang terkena palingbanyak di ruas nomor C5-C6
dan C6-C7. ’’Padapenderita, bantalan tulang yang bentuknya sepertijelly pecah.
Isinya keluar,’’ jelasnya.
Nah, isi pecahan
itu menekan saraf atau cabangsaraf di bagian leher. Kondisi tersebut
menimbulkanrasa sakit di bagian kepala. Penyebab kasus ituberagam. Bisa
degeneratif atau pengaruh usia. Padaumur yang tidak lagi muda, tulang leher
aus. Bisajuga lantaran melakukan gerakan ekstrem dengankepala atau trauma
kecelakaan.Menangani HNP bisa dengan operasi. Doktermemasang implan berupa
penyangga atau cage.Bahannya berjenis polyether ether ketone (PEEK).Bukan
implan dari titanium yang biasanya dipakai.Bahan PEEK lebih ringan sehingga
memudahkanpenyatuan antartulang. ’’Bantalan tulang yang pecahdiambil. Kan
kosong, jadi dipasangai cage inisupaya tulangnya terkait, tidak bergeser satu
samalain,’’ ucap Erliano.Menurut dia, kasus HNP sebaiknya diketahui lebihdini.
Gejalanya paling sering terasa sakit dangringgingan di bagian leher. Lalu,
menjalar ke bahu,lengan bawah, dan jari-jari. Karena itu, diamenyarankan untuk
datang ke dokter saraf jikamerasakan gejala tersebut lebih dari dua
pekan.Apalagi, jumlah kasusnya memang banyak. Setiapbulan selalu ada kasus
baru. Jumlah pasiennya jugaterbanyak kedua setelah nyeri pinggang.
Oleh : Nia Sri Mulyani (NIM 4004150013), Ilmu Kesehatan
Masyarakat/3
Dikutip dari http://www.pontianakpost.co.id/nyeri-di-leher-bisa-karena-saraf-terjepit

Comments
Post a Comment